Mencintai Garuda sebagaimana Mencintai Dirimu

Bestari

Bestari

Tim Redaksi Bestari.ID
Arif Menginspirasi
Bestari

Latest posts by Bestari (see all)

Ilustrasi (Sumber: Reviensmedia.com)

Bestari.id Malam yang sarat dengan ketegangan. Hasil akhir yang diharapkan berupa kemenangan, yang terjadi malah sebaliknya.

Barangkali, tidak salah ketika saya menyebut, bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia yang dewasa-perempuan maupun laki-laki-menyaksikan pertandingan sepak bola antara tuan rumah Malaysia melawan Indonesia. Dari menit awal pertandingan, atmosfir gengsi antara kedua belah pihak tergambar jelas.

Dalam perhelatan SEA Games kali ini, tuan rumah Malaysia masih kokoh di puncak klasemen dalam perolehan medali. Setidaknya ketika tulisan ini saya tulis, hal demikianlah yang terjadi. Khusus dalam sepak bola; “ini bukan sekedar olahraga, ini menyangkut harga diri bangsa” kata Evan Dimas, kapten timnas U-22. Demikianlah kira-kira kecintaan terhadap tanah air yang mestinya ditanamkan kepada para generasi. Bahwa dalam hal apapun, ketika menyangkut tentang harga diri bangsa, maka yang perlu dilakukan adalah melakukan yang terbaik.

Karena pertandingan kali ini bertepatan dengan malam Minggu, hampir dipastikan bahwa yang keluar bersama pasangannya juga menyaksikan pertandingan tersebut, dengan kata lain, mereka juga tidak mau ketinggalan berita terkait pertemuan antara Garuda Muda dengan Garumbang (tetangga) atau antara Unyil dan Upin-Ipin.

Lalu, bagaimana dengan yang sendiri? Atau yang kebetulan tidak bersama dengan kekasihnya? Atau yang tuna-asmara?

Atau…

Yang pasti, yang tidak bersama dengan kekasihnya menonton pertandingan tersebut, mereka lebih fokus menyaksikan jalannya pertandingan, sebut saja demikian.

Walau hasil akhir pertandingan menyatakan bahwa Garuda Muda harus takluk dihadapan Garumbang atau si Unyil harus berlapang dada menerima kekalahan dari Upin-Ipin di menit-menit terakhir sisa pertandingan, tentu hal tersebut merupakan sebuah kewajaran.

Hal yang patut diapresiasi adalah perjuangan dari para pemain Garuda Muda; kerjasama tim dan semangatnya yang sangat luar biasa. Air mata mereka yang keluar pasca usainya pertandingan, adalah bukti kecintaan mereka terhadap tanah air.

Kekalahan Garuda Muda tidak lantas menggerus kecintaan saya terhadapnya. Bukankah dalam cinta memang demikian, tidak ada alasan untuk tidak mencintainya, bahkan dalam hal-hal yang mengecewakan sekalipun.

Demikianlah, saya mencintai Garuda, sebagaimana mencintai dirimu; dinda. Tidak ada alasan untuk tidak mencintaimu, sekalipun dirimu terkadang melemparkan kekecewaan.

Penulis: Nur Astaman Putra

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *