Menguak Fakta, Kenapa Ibu Hamil Ngidam?

Bestari

Bestari

Tim Redaksi Bestari.ID
Arif Menginspirasi
Bestari

Latest posts by Bestari (see all)

Ilustrasi (Sumber:Google.com)

Bestari.id – Ngidam saat hamil, sudah menjadi hal yang wajar dialami para calon ibu. Bahkan, ngidam atau keiginan calon ibu terhadap sesuatu, tak jarang dikait-kaitkan dengan mitos tertentu.

Banyak mitos ngidam yang sering beredar, tanpa ada penjelasan secara pasti. Mengenai hal ini, psikolog keluarga, Tara de Thouars, BA, M.Psi., punya pandangan tersendiri.

 Ia menekankan bahwa banyak mitos mengenai ngidam yang beredar di masyarakat belum tentu benar. Ibu hamil, kata dia, juga belum tentu harus memenuhi keinginan ngidamnya.
Berikut, tiga fakta tentang ngidam yang dialami ibu hamil:
1. Banyak mau
Biasanya saat hamil, kemauan ibu hamil cenderung semakin banyak. Faktanya, hal itu bukan mitos. Kondisi itu dipicu oleh adanya ekspektasi yang begitu tinggi, serta keinginan yang terbaik untuk si kecil, yang membuat keinginan ngidam semakin beragam.
“Ibu hamil banyak maunya saat ngidam, bahkan biasanya lebih beragam keinginannya. Pengaruh masyarakat dan kebudayaan juga biasanya,” jelasnya.
2. Mood swing
Mitosnya, ngidam memicu perubahan emosi yang begitu cepat pada ibu hamil. Fakta yang ada, mood swing bukan dipengaruhi oleh ngidam, melainkan oleh perubahan hormon yang ada. Selain itu, perubahan image tubuh juga memicu perasaan marah terus menerus pada ibu.
“Ada perubahan bentuk tubuh karena hamil, akhirnya membuat ibu jadi merasa khawatir dengan imej tubuhnya dan membuat mood berubah-ubah,” papar Tara.
3. Serba bergantung
Saat ngidam, seringkali membuat ibu hamil lebih bergantung pada suami. Kenyataannya, hal itu dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seseorang.
“Kalau orangnya memang cenderung depending, biasanya ngidam lebih bergantung sama suami. Tapi kalau yang karakteristiknya tidak terlalu bergantung, ngidamnya lebih santai,” kata dia. (Yasir)

Komentar Anda