Mengulik Santai Fenomena Bunuh Diri. Cermati, Kalau Kamu Mau Paham Tanpa Mencaci!

Bestari

Bestari

Tim Redaksi Bestari.ID
Arif Menginspirasi
Bestari

Latest posts by Bestari (see all)

Mengulik Santai Fenomena Bunuh Diri

Manusia adalah makhluk ciptaan semesta yang sangat sempurna memiliki akal, pikiran, perasaan serta otak yang cerdas di dunia. Akan tetapi tidak sedikit manusia yang ada di seluruh penjuru bumi kita ini larut dalam keputusaan sehingga membuat mental seseorang menjadi lemah dan akhirnya mereka memilih bunuh diri sebagai jalan keluar atau win win soluttion terhadap suatu kondisi tertentu.

Berikut adalah alasan-alasan yang pernah kita rasakan sehingga terbesit pikiran untuk mengakhiri hidup ini:

1. Bunuh diri karena putus cinta

Tua ataupun muda tidaklah penting bagi seseorang yang sudah merasa putus asa karena masalah asmara yang tak sesuai dengan kenyataan. Tidak sedkit orang khususnya laki-laki yang rela mengorbankan dirinya sendiri karena merasa gagal menjalin asmara dengan wanita yang ia cintai. Entah alasan karena si wanita sudah bosan dengan si lelaki? atau wanita sudah di jodohkan dengan pria lain ?

2. Bunuh diri karena faktor ekonomi

Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa faktor ekonomi yang membuat seseorang stres dan terbesit pikiran untuk gantung diri. Entah karena hutang terlalu banyak, dikejar debtcollector dan keadaan miskin berkepanjangan. Mereka merasa orang yang rendah diri karena sekeliling mereka memiliki keadaan ekonomi yang jauh di atas mereka.

3. Bunuh diri karena terlalu lama menjadi pengangguran

Mencari pekerjaan sangatlah susah apalagi di zaman sekarang, kita di tuntut untuk bisa multiskill, tak jarang bagi mereka yang belum memiliki keahlian khusus sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Lama menganggur karena belum juga mendapatkan pekerjaan juga rentan akan kasus bunuh diri. Melihat teman sebaya yang tiap hari berangkat ke kantor, naik mobil mewah, sepeda motor bagus serta sering posting kuliner maupun jalan-jalan di sosial media membuat iri dengki serta sedih hati dimana kita masih belum beranjak dari tempat semula.

4. Bunuh diri karena dibully

Majunya teknologi tak serta merta membuat akal manusia semakin maju namun justru semakin mundur. Kasus bully sering kita lihat di siaran berita televisi maupun media cetak. Dan yang menjadi korban adalah anak-anak yang masih duduk di jenjang sekolah. Faktor inilah yang membuat depresi anak sehingga psikis mereka terganggu akan ingatan-ingatan mereka saat dibully oleh antar siswa. Dan yang lebih parahnya lagi mereka merekam aksi tak terpuji itu kemudian mengunggahnya di internet sehingga tersebar luas dan warganet pun mengecam perbuatan tak manusiawi itu.

5. Bunuh diri karena keinginan tak terpenuhi

Keinginan yang lama kita impikan namun saat itupula kita belum bisa meraih sesuatu yang di idam-idamkan membuat diri kita merasa frustasi serta ada anggapan bahwa hidup akan terasa sia-sia apabila belum memiliki hal itu. Itulah pemikiran yang terlintas pada seseorang yang obsesi dan ambisius terhadap keinginan yang tak kunjung terpenuhi. Hal ini pernah terjadi di Purwodadi, siswa kelas 2 SMP bisa-bisanya gantung diri di siang hari setelah permintaannya tak kunjung di penuhi oleh kedua orang tuanya. Miris rasanya, dia inginkan adalah sepeda motor baru, karena iri melihat teman sebayanya naik motor saat berangkat ke sekolah.

Sumber: Hipwee

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *