Pertaruhan Harga Diri di SEA Games 2017

Bestari

Bestari

Tim Redaksi Bestari.ID
Arif Menginspirasi
Bestari

Latest posts by Bestari (see all)

Rizki Army Pratama (Foto:Ist)

Bestari.id – Hajatan olahraga terbesar se-Asia Tenggara yakni South East Asian Games (SEA Games) edisi ke 29 kembali terlaksana di 2017. Negara Malaysia pun didaulat menjadi tuan rumah untuk pesta olahraga dua tahunan ini. Tidak banyak yang berubah dari SEA Games sebelumnya yang berlangsung di Singapura 2015 lalu. Pada aspek cabang olahraga (cabor), hanya ada penambahan satu cabor yang sebelumnya 37, kini terdapat 38 cabor yang akan dipertandingkan. Namun demikian, pada penyelenggaraanya, SEA Games 2017 ini menuai banyak kontroversi yang akhirnya dinilai merendahkan harga diri bangsa Indonesia.

Salah satunya yang sempat menjadi perbincangan netizen Indonesia yakni unggahan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pada akun twitternya yang memuat gambar salah satu halaman buku panduan SEA GAMES 2017 pada saat pembukaannya di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Sabtu malam (19/8/2017). Dalam unggahan tersebut terlihat salah satu halaman berisi negera-negera yang pernah menjadi tuan rumah SEA GAMES, dengan bendera negera sebagai simbolnya. Tidak seperti bendera negara lainnya, bendera Indonesia terlihat tidak sesuai dengan yang seharusnya. Dimana bendera Indonesia berada pada posisi terbalik, yang semestinya merah diatas putih menjadi putih diatas merah.

Hal ini lantas memicu kemarahan rakyat Indonesia yang baru saja melaksanakan prosesi Hari Kemaerdekaan ke 72.Banyak yang menilai hal tersebut merupakan kesengajaan yang dibuat oleh penyelenggara (Masoc). Pasalnya, jika diperhatikan bendera Indonesia menjadi bendera dengan desain dan warna paling mudah diingat, Merah Putih.Selain itu perkembangan internet menjadi salah satu hal yang sangat membantu untuk mencari refrensi, salah satunya gambar bendera.Lantas mengapa kesalahan fatal dan sangat memalukan bisa terjadi pada event sekelas SEA Games 2017.

Tak sampai disitu, salah satu surat kabar Malaysia juga menampilkan gambar bendera Indonesia terbalik pada salah satu info grafisnya. Hal ini menambah kecurigaan adanya kesengajaan yang dibuat oleh beberapa pihak untuk menyulut kemarahan bangsa Indonesia.
Walau pada akhirnya, Pemerintah Malaysia yang diwakili oleh Menporanya Khairi Jamaluddin meminta maaf terkait kesalah itu dan mengarahkan panitianya untuk mencetak ulang dan tidak mengedarkan cetakan yang keliru, setidaknya ada sangsi yang diberikan ada panitia penyelenggara.

Masih pada acara pembukaan SEA Games 2017, kontroversi kedua yang dilakukan Malaysia tidak hanya membuat kecewa Bangsa Indonesia namun juga negara lain yang menjadi peserta, hal tersebut terjadi saat defile atlet di pembukaan. Rencana menggunakan pakaian adat pada moment tersebut batal karena Singapura tidak menyiapkan baju adat negaranya. Dengan demikian, untuk menyelaraskan pihak Masoc sebagai panita penyelenggara menyarankan agar memakai jas pada pembukaan nanti. Semua kontingen pun telah sepakat hanya menggunakan pakaian formal. Namun nyatanya, kesepakatan itu dilanggar oleh tuan rumah sendiri yakni Malaysia. Dengan bangganya mereka menjadi satu-satunya kontingen yang menggunakan baju adat.

Kekecewaan yang dirasakan tidak hanya pada saat pembukaan saja, namun juga pada beberapa pertandingan yang berlangsung. Wasit pertandingan dinilai berat sebelah dalam mengambil keputusan. Hal tersebut dapat dilihat pada dua cabor, yakni sepak bola dan takraw putri. Evan Dimas sebagai gelandang pada tim nasional sepak bola Indonesia yang jelas-jelas menjadi korban malah harus mendapat kartu kuning. Hal yang tak jauh beda terjadi pada tim nasional takraw putri Indonesia yang dinyatkan fault sebanyak lebih dari lima kali pada saat servis. Kejanggalan pada putusan wasit tersebut membuat tim dan oficial takraw putri Indonesia akhirnya melakukan aksi walk out (wo) dari lapangan sebagai bentuk kekecewaan.

Keputusan wo Pelatih tim Indonesia, Asry Syam, menjadi hal yang tepat dikala pertandingan sudah tidak sehat lagi dan harga diri mulai tak dihargai. Aksi wo pun kembali dilanjutkan pada pertandingan selanjutnya yang berlangsung antara indonesia lawan filipina.

Terlepas dari berbagai kontroversi yang terjadi, Indonesia tetap berjuang mengejar dan mempertahankan prestasi. Terlihat beberapa cabor menjadi obat ditengah sakit hati akibat insiden yang tidak mengenakkan pada SEA Games 2017. Cabor panahan misalnya yang berhasil menyumbang emas pertama bagi Indonesia pada nomor compund individu putri dan putra yang dipersembahkan pemanah Prima Wisnu serta Sri Ranti. Tak mau dikalah, pada cabor lainnya seperti Bowling, WUshu, dan renang juga menambah pundi mendali emas bagi Indonesia.

Melihat hal tersebut, SEA Games kali ini lebih menjadi sebuah pertaruhan harga diri ketimbang prestasi, walau pada dasarnya mempertahankan prestasi bagian dari menjaga harga diri. Sekali lagi Indonesia tidak perlu mengejar mendali dengan merendahkan harga diri, menggunakan cara licik menjadi pecundang lapangan.Bertanding dengan sportif dan perlihatkan kemampuan yang dimiliki.

Penulis: Rizki Army Pratama
Mahasiswa Universitas Negeri Makassar

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *