Anda Suka Mendaki? Yuk Dicoba Gunung Mareno di Barru

Bestari

Bestari

Tim Redaksi Bestari.ID
Arif Menginspirasi
Bestari

Latest posts by Bestari (see all)

 

Senja yang terpancar di gunung Mareno (Foto: Arlin)

Bestari.id-Kabupaten Barru bagian timur merupakan wilayah bagian dataran tinggi. Salah satu daerah yang memiliki banyak pilihan gunung yang menjulang tinggi adalah Kecamatan Pujananting. Dari sekian banyak gunung yang ada, puncak Mareno merupakan tempat yang kerap kali dikunjungi sekelompok pendaki, baik dari orang asli Barru, maupun dari luar daerah.

Puncak Mareno berada di Kabupaten Barru, tepatnya di desa Pujananting, dusun Alekale. Mareno berada sejauh 30 KM perjalanan dari kota Barru. Rute perjalanan untuk sampai di kaki puncak Mareno ditempuh sekitar 90 dengan sepeda motor. Akses ke sana juga telah dilakukan perbaikan jalan sehingga cukup mudah untuk dicapai.

Di perkampungan Alekale, tim pendaki biasanya menyimpan kendaraan di rumah warga. Keamanan keandaraan di dusun Alekale ini bisa dijamin, serta tidak dikenakan biaya retribusi parkir selama pendakian di puncak Mareno. Di perkampungan ini juga tersedia makanan ringan yang bisa dijejali oleh pendaki untuk persiapan menuju puncak.

Meski belum ada pos-pos di sepanjang jalan, Anda bisa mencari leader dari warga setempat untuk menuntun selama perjalanan ke puncak. Dibutuhkan sekitar lima jam perjalanan untuk menunju puncak dengan panjang rute tidak kurang dari 15 Km. Rute ini memulai pendakian di bagian utara gunung mareno.

Menurut pengakuan Sandri Gunawan, pendaki dari FIP UNM, rute menuju puncak Mareno merupakan rute yang sulit.

“Perjalanan ke Mareno ini lebih sulit ketimbang ke Bulusaraung. Rute ke Bulusaraung, biasanya hanya sulit di awal pendakian, sehingga saat mendekati puncak, tenaga tidak begitu terkuras. Berbeda dengan yang rute ke Mareno, di awal terasa santai, tetapi semakin mendekati puncak, saat tenaga sudah begitu terkuras habis, saat itulah justru medan yang harus dilalui justru semakin sulit,” ungkapnya.

Bagi pendaki pemula, tidak perlu khawatir, karena ada rute lain yang dapat dilalui dengan waktu sekitar dua jam perjalanan. Rute tersebut ada pada bagian selatan dari kaki gunung Mareno. Rute ini juga menyuguhkan pemandangan hutan pinus yang tak kalah menariknya. Dijamin, kelelahan Anda selama perjalanan akan terbayar lunas dengan pemandangan dari atas bukit Mareno.

Seperti pengakuan Firdaus, salah satu mahasiswa UIT yang pernah mendaki Puncak Mareno, semua lelah yang dirasakan terbayar tuntas saat berada di puncak.

“Saat masih setengah perjalanan, rasanya ingin pulang. Tetapi ketika berada di puncak, semua terbayar tuntas. Di puncak kita melihat langsung kota Pangkep yang penuh dengan gemerlap cahanya kota. Pokoknya tidak ada penyesalan untuk mendaki di Mareno,”cetusnya

Saat berada di puncak Mareno, di pagi hari Anda akan disugukan pemandangan di atas awan terutama saat musim hujan. Sedangkan di malam hari, suguhan gemerlap kota Pangkep akan menjadi salah satu pemandangan yang dapat dilupakan. Di puncak gunung juga terdapat sebuah monumen yang pernah dipasang oleh kesatuan TNI di kaki gunung Mareno.

Nah bagi Anda yang memiliki hobi mendaki, puncak Mareno merupakan salah satu alternatif terbaik untuk menjadi sasaran penaklukkan puncak gunung. Puncak Mareno juga sejauh ini dibuka secara umum, selama tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan kebakaran dan kerusakan hutan. (*)

Penulis: Arlin

Komentar Anda