Belajarlah dari Kopi untuk Mencinta

Bestari

Bestari

Tim Redaksi Bestari.ID
Arif Menginspirasi
Bestari

Latest posts by Bestari (see all)

Ilustrasi kopi (Foto:Int)

Bestari.id-Kopi merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sudah sangat terkenal di Indonesia, bahkan telah mendunia. Memang tak sulit untuk mengidentifikasi tumbuhan tersebut, dahannya yang bercabang serta buah yang timbul hampir ditiap sisi batang dan tangkainya sudah cukup jelas untuk mendeskripsikan seperti apa bentuk tumbuhan tersebut. Namun yang ingin saya bahasa bukan mengenai struktur kopi, bagi saya berbicara tentang kopi, tak lengkap rasanya bila hanya membahas tentang batang, tangkai, dahan, dan buahnya saja karena kopi tak serta merta terkenal melalui keempat hal tersebut, meskipun sebenarnya buah (biji) telah mewakili hal yang membuat kopi dikenal dan menjadi tenar.

Kopi dikenal melalui citarasanya yang khas, penulis dan pembaca yang sudah pernah menyeduh atau bahkan terlanjur “candu” terhadap kopi sudah pasti tahu bagaimana sebenarnya citarasa dari kopi. Yah pahit. Namun meskipun pahit, sebagian besar orang memilih kopi untuk menemani mereka saat sedang menikmati pagi, bekerja, diskusi, atau bahkan dalam ruang-ruang tertentu. Kopi dinikmati oleh beberapa kalangan, baik itu rakyat biasa, pejabat, bahkan mahasiswa.

Untuk mahasiswa yang gemar begadang, kopi tentunya menjadi pilihan yang tepat saat hendak menghabiskan malam bersama tugas ataukah hanya sekadar berbagi cerita pengalaman bersama teman, pacar dan “mantan” sekalipun. Lantas apa yang membuat kopi menjadi minuman yang terkenal dan disukai oleh beberapa orang? Yah tentunya melalui sebuah rasa.

“Segala hal yang menandai seseorang suka atau bahkan jatuh cinta terhadap suatu objek tertentu semuanya berawal dari rasa dan berakhir pula dengan rasa.”

Kopi melalui rasanya yang pahit ditambah lagi zat caffeine yang terkandung di dalamnya akan membuat seseorang bahkan penulis sendiri menjadi suka dan menjadi kecanduan yang berujung pada kalimat “tak lengkap rasanya bila tak ngopi hari ini.” Untuk alasan tertentu, seseorang akan lebih memilih kopi dibandingkan dengan jenis minuman lainnya karena persoalan rasa, mengapa? Karena soal rasa kopi tak akan pernah “bohong”. Diberi gula atau bahkan penyedap rasa lain sekalipun, kopi akan tetap memiliki sensasi rasa pahit, tak meninggalkan ciri khasnya atau identitasnya sebagai minuman dengan rasa pahit. Seperti kata Dewi “Dee” Lestari dalam bukunya Filosofi Kopi, “Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.”

Kopi dan cinta adalah dua hal yang sama sekaligus berbeda. Seseorang yang sedang jatuh cinta pun bisa saja berawal dari “ajakan ngopi,” sederhana tapi bermakna! Sama halnya kopi, cinta juga dapat dinikmati atau bahkan dibagi bersama keluarga, sahabat, teman, orang-orang di sekitar kita, kecuali yang telah memiliki pasangan.

Bagi mereka yang telah memiliki pasangan (kekasih), cinta merupakan sesuatu yang tak pantas untuk dibagi lagi (selingkuh) karena akan mengakibatkan rusaknya harmonisasi sebuah hubungan atau relasi percintaan. Dan untuk orang-orang yang terlanjur tersakiti karena cinta ada baiknya jika mereka menikmati kopi mereka sambil membuka sudut pandang mereka tentang kopi, yah sekali lagi kita kembali ke persoalan rasa, karena soal rasa kopi tak akan pernah bohong. Lain halnya dengan orang-orang yang gemar membagi cinta (selingkuh), rasa yang mereka tabur tak akan pernah jujur. Segala cara dapat dihalalkan untuk sebuah kebohongan, dusta yang dirangkai menjadi kata sayang hanyalah penyejuk hati yang sifatnya sementara, bahkan dusta untuk sang Pencipta sekalipun.

Sungguh ironi namun itulah kodrat manusia yang tak mudah puas akan sesuatu yang sayangnya hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab seperti dalam hal membagi cinta (selingkuh). Sekali lagi mari melihat sisi positif dari kopi yang meskipun terlihat hitam dan pahit namun tak akan pernah meninggalkan identitasnya!

Penulis: Novem Rahmat (Mahasiswa UNM)

Komentar Anda