Butuh Setengah Abad untuk Kunjungi Semua Pulau Indonesia

Rizki Army

Rizki Army

Kepala Marketing at - Bestari.ID
Photographer, Videographer dan Graphic Designer
Rizki Army

Latest posts by Rizki Army (see all)

Ilustrasi (Foto: Int)

“Bagaikan batu di pulau”

Bestari.id– Awalnya saya hanya agak sedikit bingung ingin mengawali tulisan ini dari mana. Berhubung kali ini kita akan menyinggung tentang pulau maka seingat saya pribahasa di ataslah yang memiliki kata pulau dalam susunan kalimatnya. Adapun maknanya tentu “Sangat banyak jumlahnya”. Nah, agak sedikit berhubungan dengan tulisan saya kali ini, yang bersinggungan dengan pulau dan jumlahnya. Ada alasan lain juga mengapa saya pilih pribahasa dalam awal tulisan saya ini yaitu untuk mengingatkan pada pembaca sekalian kalau ada istilah pribahasa dengan bunyi seperti diatas, jangan sampai hanya karena kita lupa pada pibahasa kita sendiri sampai-sampai ada tetangga yang mengklaimnya baru deh kita sibuk.

Baiklah, dari judul tersebut pasti pembaca sekalian sudah mengerti apa yang akan saya bahas kali ini. Kalau belum paham silahkan baca sekali lagi dan amati baik-baik, jika sudah paham mari kita lanjutkan. Sebelumnya kita sebagai orang Indonesia yang katanya nenek moyangnya seorang pelaut, pasti sudah paham jika Negara kita ini sering disebut sebagai Negara kepulauan, mengapa demikian. Yang mau tahu kenapa Indonesia disebut negera kepulauan, lanjutkan baca tulisan ini yah, sambil denger lagu “Akad” dari Payung Teduh boleh juga tuh.

Nah, ada beberapa alasan kenapa Indonesia disebut Negara kepulauan, selain karena memang memiliki 17.504 pulau (data data Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004). Alasan pertama adalah hasil keputusan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut yang menyebutkan Negara kepulauan adalah yang seluruhnya terdiri dari satu gugus besar atau lebih kepulauan dan dapat mencakup pulau-pulau lain. Alasan lainnya terdapat pada peraturan dunia tentang hukum laut pada United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) pasal 47 tentang negara kepulauan ayat 1 yang berisikan, suatu Negara dapat disebut Negara Kepulauan apabila Negara tersebut memiliki luas daratan yang berbanding dengan lautan sebesar 1:1 sampai 1:9 dan Negara Indonesia memiliki perbandingan daratan dan lautan diantara 1:1 dan 1:9, sehingga dengan demikian Indonesia disebut sebagai Negara Kepulauan.

Selain alasan di atas, sebutan Indonesia sebagai Negara kepulauan itu sudah ada sejak kerajaan majapahit yang saat itu di pimpin oleh Gadjah Mada. Ayo, siapa yang hapal sumpah Gadjah Mada. Kalau tidak salah makna dari sumpah tersebut adalah ingin menaklukan nusantara. Nah, nusantara yang dimaksud adalah beberapa pulau atau banyak pulau atau kepulauan. Sampai disini kalian paham kan mengapa Indonesia disebut sebagai Negara kepulauan.

Selanjutnya saya kan mulai masuk pada inti cerita kali ini. Kalian pernah ga sih ngebayangin berkunjung ke semua pulau yang Indonesia miliki. Mungkin sedikit kurang kerjaan kali yah, membayangkan datang ke semua pulau di Indonesia yang jumlahnya belasan ribu. Kalau saya sendiri udah sejak lama memimpikan bisa berkunjung ke semua pulau Indonesia, bahkan terakhir kali berpikir untuk mengelilingi semua pulau ketika tulisan ini saya buat bersamaan dengan hadirnya es tehtarik dan singkong goreng barberque pesanan saya di kafe. Walau pada akhirnya itu semua hanya sebatas angan-angan karena banyak faktor yang nampaknya sulit terpenuhi seperti alokasi waktu yang dibutuhkan untuk berkunjung ke semua pulau di Indonesia.

Bicara soal alokasi waktu, saya pernah sesekali iseng menghitung berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mendatangi semua pulau yang ada di Indonesia. Hitungan saya ini tidak memakai rumus yang rumit seperi algoritma atau aljabar cuma bermodalkan emas dan permata, eh becanda, hanya bermodal perkalian biasa. Bisa dibilang hitungan ini masih kasar sih, tapi lumyan lah, saya sedikit bisa menghabiskan waktu saya dengan menghitung ketimbang stalking gebetan yang mulai gak ingat kalau saya masih sayang dia, eh malah curhat, maaf.

Oke, mari kita fokus, di sini kalian bisa sama-sama berhitung, silaan siapkan kalkulator atau kertas cakaran. menurut data Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004, Indonesia tercatat memiliki 17.504 pulau (data mungkin saja berubah). Nah, jika kita hitung misalkan satu hari kita mengunjungi satu pulau maka akan ada 17.504 hari yang kita butuhkan. Selanjutnya kalian bisa konversi dari hari ke tahun, maka jika satu tahun 365 hari maka anda akan mendapatkan jumlah 47,9 tahun yang digenapkan jadi 48 tahun. Selanjutnya jika umur kalian saat ini 25 tahun maka di umur 73 tahun kalian baru akan selesai mendatangi semua pulau di Indonesia.

Jika berdasar pada hasil hitungan tersebut, maka ada waktu hampir setengah abad yang akan kita habiskan untuk menginjakkan kaki di seluruh pulau di Indonesia. Kebayangkan apa saja yang akan terjadi di hidup kalian selama setengah abad. Saya sendiri belum menemukan informasi orang yang pernah menjelajah ke semua pulau Indonesia. Kalaupun ada pasti rekor tersebut akan sulit dikalahkan bahkan hanya untuk sejajar. Sekali lagi, bukan tidak mungkin untuk mengelilingi pulau-pulau di Indonesia, karena bulan saja yang jelas-jelas jauh jaraknya bisa dikunjungi.

Pada akhir tulisan ini saya ingin menyampaikan untuk seluruh warga Indonesia yang sempat membaca tulisan saya ini. Walau kita tidak mungkin menginjakan kaki diseluruh pulau di Indonesia, setidaknya kita sama-sama menjaga pulau-pulau di Indonesia sehingga tidak ada lagi pihak yang mengklaim apa yang seharusnya jadi milik kita. Kembali saya ulangi kalimat saya pada awal tulisan ini, jangan sampai pulau kita direbut baru kita sadar kalau ternyata ada hal berharga milik kita yang selama ini nyatanya kita biarkan. Jangan sampai kasus sipadan dan ligitan terulang kembali, ayo kenali pulau Indonesia, kelola sumberdayanya, dan bersama kita menjaga. (*)

*Rizki Army Pratama

Komentar Anda