Manusia-manusia Besar

Bestari

Bestari

Tim Redaksi Bestari.ID
Arif Menginspirasi
Bestari

Latest posts by Bestari (see all)

Ilustrasi (Foto: Int)

Bestari.id-Thomas Carlyle dalam bukunya Heroes and Hero Worshipers mengemukakan “history of the world is the biography of the great man” bahwa sejarah adalah biografi manusia besar. Carlyle mengatakan bahwa manusia sebesar selalu seperti halilitar yang membelah langit, dan manusia yang lain hanya menunggu dia seperti kayu bakar. Inilah teori the great man dari Thomas Carlyle. Jadi, manusia besar seperti percikan api yang membakar kayu bakar kemudian meledak dan mengubah sejarah dalam waktu yang singkat.

Bagi Carlyle sejarah sebagai biografi dari manusia-manusia besar. Dia mengatakan sejarah universal merupakan sejarah apa yang telah dicapai oleh umat manusia di dunia pada dasarnya adalah sejarah manusia besar yang sudah bekerja didunia. Lebih lanjut, Carlyle mengatakan bahwa manusia besar adalah jiwa dari seluruh sejarah umat manusia.

Ada 3 macam tipe individu di tengah masyarakat. Pertama, ada ordinary people (manusia-manusia biasa) kita tidak bisa memasukkan mereka sebagai individu besar untuk mengubah sejarah. Kedua, exceptional actors, yaitu tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Ketiga, orang-orang yang berada di antara kedua tipe tadi, orang yang seperti ini tidak memiliki kebijakan dan pengetahuan seperti exceptional actors, tetapi mereka menduduki posisi penting dalam masyarakat. Karena itu mereka biasanya disebut holders of exceptional positions. Seseorang misalnya, yang memiliki kearifan yang rendah kemudian tiba-tiba menjadi kepala desa/pemimpin. Maka dia pun akan ikut menentukan jalannya sejarah dan dapat mempengaruhi proses perubahan sosial. Bahkan sekiranya ia buta huruf seperti seorang di Afrika, dia dapat menentukan jalannya sejarah, paling tidak di daerahnya sendiri.

Kita dapat mengukur kebesaran seseorang dari sejauh mana kebesarannya itu membayangi generasi sesudahnya. Beberapa orang menentukan jalannya sejarah untuk waktu yang cukup lama, sampai berabad-abad. Mereka memberikan bekas yang abadi dalam jejak-jejak sejarah. Sepeti Nabi Muhammad SAW. Ada pula orang-orang besar yang berpengaruh hanya sebentar saja, terkadang pengaruh ini pun hanya dalam satu bidang. Dari segi ruang atau tempat pengaruh individu itu pun terbatas. Misalnya salah satu tokoh di Indonesia hanya berpengaruh di Indonesia saja, sementara yang lain sebut saja seperti Karl Max, Ali Syariati, Che Guevara, mampu memperoleh kebesaran yang mencakup seluruh dunia.

Umumnya manusia besar terlahir karena terjadi satu peristiwa besar yang tidak diharapkan untuk tejadi. Jadi, ada penentangan arus. Marx misalnya, mencita-citakan dengan gagasannya sebuah masyarakat yang humanistik yang menghargai orang-orang kecil yang membela kelompok mustadafin. Ada sebagian orang yang menjadi besar setelah wafat. Semasa hidup ia tidak mendapat penghargaan sama sekali. Misalnya, James Watt menemukan mesin uap. Ia sama sekali tak pernah merencanakan akan melahirkan sebuah super-power di belahan dunia.

Mampukah kita sebagai generasi muda dan harapan bangsa untuk melukiskan sejarah bangsa sehingga dapat dikenang dengan indah oleh generasi sesudahnya. Kalu buka kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi? (*)

Penulis: Muhammad Akbar (Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudddin Makassar)

Komentar Anda