Mengintip “Malam Pertama” Raisa dan Hamish

Yasir

Yasir

Juru Editor at - Bestari.ID
Professional Cyber Journalist

 

Raisa dan Hamish (Foto: Int)

Bestari.id – Malam pertama menjadi hal yang spesial bagi sepasang kekasih yang baru saja menikah. Tak terkecuali bagi Raisa Andriana dan Hamish Daud. Mereka menggelar acara pernikahan di Hotel Ayana Midplaza, Sudirman, Minggu (3/9) kemarin.

Hari itu #HariPatahHatiNasionalJilid2 dikumandangkan netizen.

Mengingat ke belakang, pada Mei lalu Raisa-Hamish sudah saling mengikat janji dengan menggelar acara pertunangan di depan keluarga dan kerabat dekat mereka. Hal ini sontak menjadi hal yang mengejutkan bagi para fans mereka. Saat itulah awal dari hari patah hati nasional diviralkan.

Pasangan ini memang terus menarik perhatian. Meski telah resmi menjadi suami-istri, masih banyak yang terbilang kepo mengikuti keseharian mereka.

Sayangnya media mainstream saat itu dilarang untuk meliput langsung setiap acara pernikahan mereka. Dengan kekepoan yang teramat akut,para fans Raisa dan Hamish tak kehabisan akal. Unggahan foto atau video keduanya yang tersebar di media sosial melalui kerabat dekat mereka dibanjiri viewers.

Kembali pada judul, pasti banyak yang berspekulasi tentang bagaimana malam pertama kedua pasangan yang telah membuat publik jadi patah hati ini. Sudah jamak dalam persepsi pada umumnya, bahwa setiap pengantin baru pasti tidak ingin melewatkan indahnya malam pertama pasca ucapan janji suci dihadapan penghulu.

Mengintip “Malam Pertama” Raisa dan Hamish memang tak mudah. Apalagi, hal ini menyangkut privasi yang tentu saja melanggar aturan jika dilakukan.

Malam resepsi mereka dilaksanakan di Hotel yang mewah. Banyak pengamanan yang dilakukan. Berdasarkan keterangan pada undangan, resepsi pernikahan Raisa dan Hamish berlangsung pada pukul 18.30 WIB.

Keramaian pada acara itu luar biasa. Di pintu masuk menuju tempat resepsi Raisa-Hamish, barisan tamu undangan sudah mengular. Untuk masuk, tamu undangan harus memperlihatkan kartu akses yang sudah terdapat diundangan yang dibagikan Raisa-Hamish.

Banyaknya pengunjung membuat acara malam itu sangat banyak memakan waktu. Para undangan tak sekadar bersalaman dan mengucapkan selamat saja, seperti resepsi pernikahan pada umumnya, tapi juga sekalian selfie dengan pasangan itu.

Sekira hampir dini hari, acara resepsi pernikahan mereka benar-benar selesai. Tentu saja, hari yang membahagiakan tapi juga melelahkan bagi pasangan ini.
Selepas dari acara malam itu, menjadi waktu yang tepat bagi keduanya. Mereka diketahui tak pulang, baik ke rumah Hamish ataupun Raisa. Setidaknya mereka berdua bisa menikmati waktu yang telah lama dinantikan bersama-sama, tidur seranjang.

Apakah mudah bagi Hamish? Tentu saja tidak. Bagitu juga dengan kesiapan Raisa melepas keperawanannya.

Hamish memulai dengan percakapan ringan. Raisa yang berbaring di sebelahnya sudah pasti gugup. Bukan berarti tidak mau, hanya saja canggung untuk mengajak duluan.

Pada momen itu, muncul pertanyaan apakah lampu kamar dipadamkan saja atau tetap dibiarkan bersinar. Jika dipadamkan, Hamish bisa lebih leluasa dan Raisa bisa menghilangkan rasa malu.

Tapi mereka berdua masih kelelahan sepulang dari resepsi pernikahan. Hamish ragu apakah Raisa secara fisik sudah siap. Sebagai pria, momen ini enggan Hamish lewatkan begitu saja.

Padamnya lampu, Hamish memulai secara tenang. Seolah memberikan kode, “nanti mau punya anak berapa?” tanya Hamish kepada Raisa.

Pertanyaan itu sebenarnya kelanjutan dari kejadian yang dialami keduanya saat ditanya hal sama oleh seorang tamu undangan di lokasi resepsi pernikahan. Hamish dan Raisa menjawab berbeda. Raisa mau ikut instruksi pemerintah, dua anak cukup, sementara Hamish mau empat.

Silang pendapat itu kembali dibawa Hamish menjadi percakapan di atas ranjang. Niatnya bukan mengungkit, hanya memberikan isyarat supaya malam itu dapat memulai rencana punya anak.

Entah apa hasilnya, apakah Hamish yang mengalah, ataukah Raisa yang pasrah. Mungkin saja mereka pilih jalan tengah, tiga anak. Kita tunggu saja hasilnya.

Tapi apakah malam pertama mereka benar-benar terjadi? Sepertinya tidak. Lewat insta story Raisa di Instagram, tampak mereka bangun pagi-pagi sekali. Raisa bangun lebih dulu, menyiapkan sarapan untuk suaminya.

Lantas, malamnya apa hanya obrolan saja yang terjadi? Banyak kemungkinan yang bisa dispekulasikan. Mungkin saja Raisa malam itu sedang datang bulan. Secara medis, tentu saja tidak diperbolehkan berhubungan intim.

Intinya, semoga pasangan ini cepat mendapatkan momongan. Di masa depan kelak, apakah anak mereka dua, tiga, empat, kurang atau lebih dari mereka rencanakan, bisa menjadi penerus bangsa yang berguna. Seperti Raisa dan Hamish sekarang.(*)

Penulis: Yasir

Komentar Anda