Pentingnya Iklim Kekeluargaan dalam Organisasi

Bestari

Bestari

Tim Redaksi Bestari.ID
Arif Menginspirasi
Bestari

Latest posts by Bestari (see all)

Ilustrasi (Foto: Int)

Bestari.id-Pada tingkatan menjadi mahasiwa, sangat ketinggalan jaman rasanya jika tidak mempunyai pengalaman organisasi. Apalagi keikutsertaan kita menjadi anggota organisasi biasanya membentuk sudut pandang dan pola pikir yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini saya akan membahas pengalaman saya sebagai pengurus organisasi yang bertanggung jawab atas kinerja individunya. Mungkin akan ada beberapa tulisan tentang keluh kesah saya dengan beberapa teman organisasi di kampus.

Seperti yang di katakan oleh James D Mooney Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama. Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan “Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives” atau Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

Secara umum fungsi oganisasi untuk individu adalah wadah untuk berproses, bersosialisasi, bahkan sebagai wadah aktualisasi diri untuk mencapai tujuan organisasi, bukan untuk memenuhi hasrat individu saja. Karakter seseorang yang berbeda akan masuk dalam suatu kelompok atau organisasi yang nantinya akan membentuk sebuah iklim organisasi. Tak jarang, karakter seseorang terbentuk oleh iklim organisasi. Alih-alih mendapatkan ‘karakter’ beberapa orang terjebak dengan ego dan ambisi. Lebih mementingkan title tapi tidak menghargai proses, menjadi salah satu hal yang saya sayangkan pada banyak teman, namun tidak semua. Selain itu, beberapa orang abai tanggung jawab. Tidak hadir saat rapat pengurus, siapa pernah harusnya rapat malah jalan – jalan sama temen? Lebih parahnya, aktivitasnya dibagikan di akun media sosial. Adapula yang mengerjakan program kerja seadanya, yang penting selesai. Mereka lupa bahwa proses adalah cara mereka membentuk dirinya, kita adalah apa yang kita lakukan. Kira-kira begitu kalimat bijak yang sering saya baca.

Saya bukan merasa paling benar saat belajar di organisasi, tidak jarang saya mangkir rapat internal pengurus karena waktu yang bentrok dengan latihan futsal. Saya pernah menjadi bagian di organisasi yang bertanggung jawab atas kinerja pengurus organisai dengan menjabat sebagai staf Internal di organisasi UKM Futsal dan Kepala Bidang Kaderisasi dan Pengembangan Organisasi di Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) pada periode kepengurusan yang sama. Dari pengalaman yang saya lalui, saya mendapatkan benang merah mengenai faktor kinerja pengurus yaitu Sense of Belonging. Ada banyak faktor baik biologis, psikologis, lingkungan, dan sebagainya yang mempengaruhi kinerja individu, namun menurut saya itu akan berperan lebih banyak pada cakupan organisasi yang lebih besar.

Kembali ke sense of belonging kurang lebih saya artikan sebagai rasa memiliki yang timbul akibat kenyamanan dan rasa tanggung jawab, pada cakupan organisasi himpunan mahasiswa atau unit kegiatan mahasiswa nampak besar dampak yang ditimbulkannya. Setiap bulan saat masih menjadi Kepala bidang kaderisasi dan pengembangan organisasi di HMJA, kami melakukan evaluasi kinerja pada pengurus di masing-masing divisi yang ada. Enam bulan sebelum diadakan upgrading pengurus (semacam evaluasi internal pengurus) hampir 45% mereka memilih setuju dengan pernyataan ‘HMJA sudah memberikan iklim organisasi yang nyaman dan merasakan adanya sense of belonging antarsesama pengurus dan HMJA itu sendiri’ sisanya belum merasakan hal tersebut. Setelah dilaksanakan upgrading pengurus dengan tema menumbuhkan sense of belonging, pada bulan ke delapan hasil survey menunjukkan 98% pengurus menyatakan bahwa mereka merasa memiliki satu sama lain, mereka menyatakan bahwa adanya suatu ikatan emosinal didalamnya. Seiring dengan itu, hasil survey tingkat kinerja yang diisi langsung oleh anggota atas kinerja kepengurusan pun menunjukkan adanya peningkatan, 91% dari sebelumnya 75%.

Tidak jauh berbeda dengan UKM Futsal, peningkatan kinerja terjadi setelah program kerja upgrading dan evaluasi kinerja pengurus diadakan. Di dalamnya mengemas materi sense of belonging terhadap organisasi itu sendiri dan sesama pengurus. Saya ingat, seorang teman mengatakan bahwa dia merasa asing dengan iklim organisasi yang ada. Setelah dia memutuskan untuk membuka diri, mau belajar dan tidak merasa paling luas sudut pandangnya, ternyata lambat laun dia mulai merasa nyaman. Sebelumnya untuk menjalankan program kerja menjadi hal yang memberatkan namun setelah dia merasa menjadi bagian dari organisasi, ia mulai tanggung jawab. Menjalankan program kerja menjadi hal yang menyenangkan karena tandanya dia akan kembali berproses dengan pengurus lainnya.

Dari situlah saya dapat menyimpulkan bahwa setiap organisasi, harus dapat membentuk iklim organisasi yang baik. Suatu organisasi dalam skala kecil, seharusnya dapat menciptakan iklim kekeluargaan namun tetap berasaskan profesionalitas. Dari berbagai karakter individu yang ada, suatu organisasi akan menjadi besar apabila dapat menghidupkan sisi positif dari tiap individu.(*)

Penulis: Fiska Aprily (Content Writer)

Komentar Anda