Puisi: Losari di Matanya

Asri Ismail

Asri Ismail

Kapten Redaksi - Bestari.ID 
Bugis tulen, berewokan, & hobi domino

Perempuan (Foto:Int)

Bestari.id Dia yang kau sebut keramaian,
orang-orang memanen parasnya.
Tempat senja berteduh di sana.
Angin mamiri senantiasa menggauli bibirnya

Oh Karaeng, tidak kah kau lihat budaya terjunjung di kepalanya.
Oh Daeng, di tubuhnya berdiri Siri’.
Oh Puang, ia menggenggam Pesse di langkahnya.
Korban tirani yang melukai nuraninya.
Gadis Pakarena namanya.

Tak ada Somba Opu juga Benteng Rotterdam
di lekuknya.
Anak-anak sungai mendekam di matanya.
Aksesoris kota juga melekat di tubuhnya.
Gemuruh politik menjelma serupa riuh di kepalanya.

Demi menarik hati.
Karena butuh apresiasi.
Untuk menyembelih syahwat,
Penguasa membangun losari di matanya.

Bunyi keso-keso, gendang, suling yang berharmonisasi.
Menarilah…(*)

Asri Ismail

Komentar Anda