Rumah, Kampung, dan Kau

Arlin

Arlin

Penulis
Kopi, buku, dan kamu

Ilustrasi kampung (Foto: Int)

Bestari.id– Ada banyak hal yang penting di dunia ini, tetapi hanya ada beberapa hal yang akan membuat seseorang “kembali”, meski Ia telah pergi jauh.

Sejatinya seseorang yang pergi akan kembali, tetapi sesuatu yang pergi tak akan kembali ketika tidak menemukan alasan yang tepat. Ada banyak alasan untuk kembali, tetapi ada tiga hal yang paling tepat untuk membuat seseorang selalu ingin kembali.

Pertama adalah rumah, ia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup. Rumah, bukan hanya tempat untuk kembali, tetapi juga tempat untuk bahagia. Pada dasarnya tidak semua tempat adalah rumah, seperti kata Mildred dalam buku Cafe Socrates yang ditulis Christopher Phillips bahwa “rumah adalah tempat yang anda pilih untuk hidup”. Rumah dalam artian bukan hanya tempat untuk makan, tidur, dan hidup, tetapi rumah adalah tempat yang menerimamu.

Christopher Phillips kembali melalui tokoh Mildred lebih lanjut menjelaskan bahwa rumah sesungguhnya adalah tempat di mana anda mengetuk pintu dan mereka mempersilahkan anda masuk. Seseorang tidak menganggap tempat itu sebagai rumah karena tempat itu bukanlah tempat yang anda pilih, tetapi yang dipilihkan bagi anda. Sekalipun anda masuk, anda tidak pernah mengetuknya. Sekali lagi rumah adalah tempat dipilih untuk hidup juga menjalin rindu dengan keluarga. Rumah selalu punya alasan untuk membuat seseorang kembali.

Kedua yang bisa membuat seseorang kembali adalah kampung. Kita tak pernah tahu, puluhan tahun yang akan datang, kampung halaman kita akan seperti apa. Mungkin akan dipenuhi hutan beton, pohon, dan hutan menjadi lahan industri. Itu semua bisa saja terjadi, maka kita merasa wajib untuk mengikuti dan mengetahui setiap langka yang terjadi pada di kampung halaman.

Batin seseorang pada dasarnya selalu ingin melihat kampung halamannya tumbuh. Ia harus menjadi saksi atas segala hal yang terjadi. Lebih dari itu, terkadang seseorang kembali untuk membangun kembali kampung halaman. Kampung punya segudang kenangan yang selalu menggoda kita untuk kembali. Kampung halaman adalah bagian dari hidup yang akan selalu dikenang ke manapun kita berlari.

Terlebih lagi bagi kaum muda yang merantau meninggalkan kampung halaman demi pendidikan, maka wajib kembali untuk membangun. Hal ini dikarenakan kampung halaman bukan hanya sebuah tempat, tetapi sebuah identitas yang tak terpisahkan dengan pimikiran-pemikiran anak muda. Kampung halaman butuh pikiran-pikiran muda yang revolusioner dan progresif untuk bisa memajukan kampung halaman. Maka, kampung tetap menjadi salah satu alasan untuk kembali.

Ketiga dan terakhir adalah kau, ke manapun aku pergi kau akan menjadi alasan yang kuat untuk membuat seseorang kembali. Kau, dalam tulisan ini adalah siapapun yang telah menyentuh inti jantung seseorang, maka itu sudah layak untuk terdefinisikan sebagai kau. Jika rumah dan kampung tidak cukup kuat untuk membuat aku kembali, aku yakin bahwa “kau” akan selalu menjadi alasan yang tepat untuk membuatku kembali, apapun alasannya. Terutama jika alasannya adalah menjadikan aku dan kau menjadi kita. (*)

Komentar Anda