Sungai dan Sejumlah Hal-hal yang Tak Terpahami

Daniel Mambo

Daniel Mambo

Penulis
Alumnus Kajian Pengembangan Perkotaan, Universitas Indonesia (UI), Jakarta
Daniel Mambo

Latest posts by Daniel Mambo (see all)

Sungai (Foto: Int)

Bestari.id – Selama ini, banyak orang yang salah memahami dan tidak mengerti tentang sungai. Sungai hanya dianggap sebagai sebuah aliran air yang memiliki hulu dan hilir di masing-masing wilayahnya. Selain itu, ada sebagian orang yang menganggap sungai sebagai sumber bencana. Belum lagi banyak diantara kita yang salah menyampaikan informasi tentang satuan sungai. Daerah Aliran Sungai (DAS) sesungguhnya memiliki satuan luas (ha/m2) sedangkan alur sungai memiliki satuan panjang (km/m).

Tahukah anda bahwa sungai merupakan sumber utama kelangsungan hidup kita? Air yang terdapat di sungai dapat menunjang kehidupan sehari-hari, misalnya untuk mandi, mencuci, memasak, dikonsumsi sebagai air minum, dan tentu Anda bisa menyebutkan kegunaan yang lainnya. Lalu, mengapa banyak orang saat ini yang tidak menggunakan sungai sebagai sumber air?Kualitas air yang menjadi jawabannya.

Banyak sungai khususnya di perkotaan yang tidak layak untuk digunakan. Hal tersebut akan mengancam kesehatan manusia. Sungai-sungai yang telah tercemar dan tidak layak tersebut diakibatkan oleh aktvitas manusia di bantaran sungai. Aktivitas manusia seperti membuang sampah, limbah, serta pembangunan yang tidak sesuai dalam standar/konsep keberlanjutan serta kebijakan yang berlaku.Padahal, kita semestinya mengelola sungai menjadi akses sanitasi yang bersih.

Sungai adalah alternatif sumber daya air bagi masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan. Sungat menjadi entitas yang hidup dan dinamis. Saat bencana kekeringan misalnya, masyarakat harus mencari sumber daya air terdekatnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, manusia tidak dapat hidup tanpa air.

Terdapat gerakan masyarakat seperti komunitas pecinta lingkungan yang “eksis” dalam memperjuangkan kelestarian sungai dan hak-hak hidup masyarakat. Semua itu mereka wujudkan dengan kesadaran dan komitmen bersama.

Tentu akan sangat merugilah kita jika melihat sungai hanya sekadar air yang mengalir dan sesekali meluap. Sungai harus dipandang sebagai sesuatu kehidupan yang memberikan peluang hidup lebih panjang. Jadi, jangan sekali-kali mencemarkan air sungai.

Untuk itu, mari terus menjaga sungai disekitar kita dengan memulainya dari diri sendiri karena sungai milik kita bersama.(*)

Penulis: Daniel Mambo Tampi.,S.T.,M.Si
  • S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Sam Ratulangi, Manado.
  • S2 Kajian Pengembangan Perkotaan, Universitas Indonesia (UI), Jakarta.

Komentar Anda