Category - Sastra

PUISI: Sajak Penyair Bisu

Bestari.id- Pagi telah menyala, dan menyapa dunia. Seorang pemuda tunawicara terbangun, karena suara kucing garong saling kejar kejaran. Matahari semakin naik, meyusup setubuhi atap bocor. Matahari menggiringku pada meja, di atasnya banyak...

Schibukai, Tiang Listrik, dan Generasi Patah...

Bestari.id-Guinnes World Record pernah mengaku pada komik ini; meraih predikat komik paling laris sepanjang masa. Jika dipirsa, jumlah episodenya telah mendekati angka 1000. Sejak era 90-an tayang dan menyebar ke seluruh dunia, termasuk...

Sajak Senja

Bestari.id-Atap langit ku, di ujung seberang tanpa batas jauh disana. Ada perihal tergambarkan tentang masa- masa kesuraman penuh tangis mencekik nurani, tatkala kusaksikan burung camar saling kejar mengejar, dengan kicaunnya membuat senja...

Puisi: Mengertilah, Hati!

Bestari.id-Pada malam gelap sepi, hati ini terus bertanya. Tentang risih yang membuatnya gelisah, tentang pilu yang menjadikannya rindu dan tentang dingin yang menahannya pergi. Kita tak pernah benar-benar sadar, atau bahkan kita tidak pernah...

Kisah Lain Cinta dan Rangga (Ayat 2)

Untuk membuat puisi tentang suara hati manusia, seseorang harus menggabungkan seluruh syair kepahlawanan dalam satu puisi. Jika tidak, maka apa yang dikatakan sebagai hati nurani hanyalah kekacauan dari angan-angan serta hiruk pikuk kebohongan...

Puisi: Cerita Hari Ini

Bestari.id-Sepasang merpati Kembali ke sangkar siang tadi Bersua Kembali bercengrama Sepasang merpati Siang tadi Bersitegang Di sangkar yang usang Cerita Hari ini Sepasang merpati Telah usai Karya: Auliah Wildani Anwar (Mahasiswa FBS UNM)

Puisi: Ayah

Bestari.id- Ayah… Pernahkah kau berpikir tentang dirimu sendiri ?. Kenapa ayah selalu memikirkan kita ?. Sudahkah cukup menjadi kepala keluarga ?. Belum menurutmu. Maafkan aku ayah. Maafkan aku… Maafkan aku yang belum bisa...

Puisi: Dimabuk Resah

Kita berada dalam deretan rasa yang masih samar. Terbungkus oleh wajah dan masing-masing tertutupi dengan apik. Mungkin, hingga akhirnya kita mengerti. Bahwa kita akan sama-sama terluka. Aku pun dapat mengerti itu. Aku tak perlu banyak menguak...

Puisi: Bocah Losari

Bestari.id-Dua Bocah berjalan menuju dua wanita parubaya Menimang buku Menenteng dompet terbuat dari rotan dihias kembang merah muda Samar-samar terlihat senyum mesrah tanpa canggung Berdiri Siap berceloteh Lalu bibir mungil...

Puisi: Sajak dari Penjuru Negeri

  Bestari.id-Sudahlah… Kita sudah muak Kita sudah lelah Kita sudah lemas Kita sudah habis Muak melihat pameran-pameran kerendahan hati Lelah dengan ketakutan-ketakutan yang mereka sebar Lemas dengan situasi-situasi yang...